Alat Laboratorium Mekanika Tanah

Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Pertamina memiliki peralatan untuk beberapa jenis tes sebagai berikut :

1. MOSITURE CONTENT

Tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar air di dalam suatu material tanah. Tes dilakukan dengan cara menghilangkan kelembaban tanah, dimana tanah dimaukan ke dalam oven-pengeringan sampel tanah sampai berat tetap konstan, kemudian dihitungan prosentase kadar air dengan acuan berat sampel sebelum dan setelah pengeringan.

2. HYDROMETER ANALYSIS TEST

Tes ini mengambil konsep sedimentasi butiran tanah di dalam air. Yang dihitung adalah berat spesifik dari suatu larutan (tanah dan air) dengan volume tertentu dan kedalaman tertentu, kemudian dilakukan pengujian, dalam waktu berapa lama seluruh partikel tanah mengendap (dalam gram).

3. SPECIFIC GRAVITY TEST

Tes ini specific gravity dilakukan untuk mengetahui nilai berat spesifik dari butiran tanah, yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan dan perencanaan fondasi dan struktur geoteknik lainnya.

4. LIQUID LIMIT

Tes ini dilakukan untuk mengetahui batas cair tanah. Pengukuran batas cair ini menggunakan sampel tanah yang telah dikeringkan dalam oven selama 24 jam pada temperatur 105º C. Batas cair diidentifikasikan sebagai batas transisi dari keadaan plastis ke cair.

5. ALAT SURVEYING & PEMETAAN

Alat ukur theodolite dan waterpass digunakan untuk praktiukm surveying dan pemetaan.

6. TRIAXIAL TEST

Tes triaxial adalah metode yang banyak digunakan untuk memperoleh parameter kekuatan geser untuk berbagai jenis tanah di bawah kondisi drained atau undrained , baik dengan dalam kondisi diberikan tekanan tertentu ataupun tanpa diberikan tekanan. Pengujian triaxial biasanya dilaksanakan di laboratorium sehingga kekuatan geser sample tanah dapat diketahui kekuatannya dalam 3 kondisi yaitu UU (Unconsolidated Undrained), CU (Consolidated Undrained) dan CD (Consolidated Drained).

7. SIEVE ANALYSIS

Tes ini dikenal juga dengan nama analisa saringan, konsepnya adalah mengetahui ukuran distribusi partikel / gradiasi butiran dengan menghitung berapa persen butiran yang tertahan di setiap saringan, dimana setiap saringan memiliki ukuran mesh yang berbeda

8. PLASTIC LIMIT & SHRINKAGE LIMIT

Tes batas plastis (plastic limit) dilakukan untuk mengetahui batas terendah dari tingkat keplastisan tanah, yang dinyatakan dalam prosentase. Batas plastis diidentifikasikan sebagai batas transisi dari keadaan semi padat ke plastis.

Sedangkan tes batas susut (shrinkage limit) merupakan tes untuk mengetahui dimana perubahan volume suatu tanah tidak berubah walaupun dilakukan pengurangan kadar air.

9. CONSOLIDATION TEST

Tes ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemampatan tanah, dimana angka pori tanah sudah mencapai nilai nol. Indeks pemampatan diperlukan agar diketahui bahwa tanah tidak akan mengalami penurunan tanah lagi akibat diberikannya beban tambahan dari luar.

10. FALLING HEAD PERMEABILITY

Tes ini bertujuan untuk menentukan nilai permeabilitas tanah berbutir halus (dengan tingkat permeabilitas menengah dan rendah) seperti silts dan tanah liat. Material tanah yang digunakan dalam tes ini harus diperoleh dari sampel tanah tidak terganggu (undisturbed sample).

11. STANDARD MODIFIED PROCTOR

Tes ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemadatan tanah. Alat Proctor sebelumnya dimodifikasi sehingga dapat lebih mewakili kondisi lapangan yang sebenarnya. Standar Modified Proctor sesuai dengan ASTM D-1557 dan AASHTO T-180.

12. DIRECT SHEAR

Tes ini dilakukan untuk mengetahui nilai kekuatan geser tanah.  Material tanah yang digunakan dalam tes ini harus diperoleh dari sampel tanah tidak terganggu (undisturbed sample). Tes dilakukan sesuai dengan ASTM D 3080, AASHTO T236 dan BS 1377-7:1990.

13. DYNAMIC CONE PENETROMETER

Dynamic Cone Penetrometer Test (DCPT) adalah tes yang dilakukan di lapangan (in-situ), untuk mengetahui nilai kekuatan tahanan tanah dan kerapatan tanah.

14. UNCONFINED TEST

Tes ini dilakukan untuk mengetahui nilai kekuatan geser tanah pada material tanah kohesif dan jenuh (saturated), tes ini tidak bisa dilakukan untuk material pasir kering (dry sand) ataupun lempung gembur (crumbly clay).  Tes ini juga digunakan apabila minor principal stress memiliki nilai nol.

15. DUTCH CONE PENETRATION

Tes ini digunakan untuk mengetahui nilai propertis tanah beserta kekuatan tahanan tanah, ditunjukkan dengan stratigrafi tanah. Metode ini banyak digunakan untuk melakukan perencanaan struktur geoteknik.

16. HAND OPERATED HYDRAULIC SPECIMEN EXTRUDER

Alat ini dugunakan untuk mengeluarkan sample tanah tak terganggu dari tabung yang telah disiapkan.

17. SAMPLE SEPARATION FOR DIA. 38 MM

Merupakan kotak yang digunakan untuk menyimpan beberapa sample tanah, yang akan diuji di laboratorium.